Assalamualaikum Warohmatullahi
Wabarokatuhh
Saya datang lagi untuk membagi ilmu.
Yup !!! tadi siang saya baru aja
dijelasin sama guru Produktive TKJ tentang Pengkabelan. Okey,,
Check this out,, selamat membaca :D
Jenis Pengkabelan Dalam Jaringan
Komputer - Apa itu jaringan komputer?
jaringan komputer adalah suatu jaringan yang menghubungkan dua atau lebih
komputer yang dapat saling berbagi pakai dengan bantuan protokol
untuk saling terhubung satu sama lain.kabel yang paling populer digunakan
saat ini adalah kabel jenis UTP.
untuk menggunakan kabel UTP itu
sendiri memiliki aturan untuk tiap fungsi yang diinginkan. dalam pengkabelan
terdapat 3 jenis pengkabelan yang digunakan dalam jaringan komputer. namun
secara umum hanya ada dua saja namun saya juga akan mengangkat jenis
pengkabelan yang jarang terkuat di publik.
Kategori 5 atau 5e adalah yang
paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling
disarankan, baik pada 10 Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Konector yang bisa
digunakan untuk UTP Cable CAT5 adalah RJ-45. Untuk penggunaan koneksi komputer,
dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu straight cable dan
crossover
cable. Fungsi masing-masing jenis koneksi
ini berbeda, straight
cable digunakan untuk menghubungkan client ke HUB/Router, sedangkan crossover cable digunakan
untuk menghubungkan client
ke client atau dalam
kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB.
Jenis-jenis pengkabelan dalam
jaringan komputer meliputi:
Straight-Through Over
kabel Stright adalah jenis
pengkabelan dengan teknik pemasangan yang lurus, dalam segi penggunaan, kabel
stright biasanya digunakan untuk menghubungkan perangkat hub/switch ke
komputer-komputer yang terhubung kedalam satu jaringan. penggunaan kabel
stright pada dasarnya menghubungkan perangkat-perangkat yang berbeda seperti
menghubungkan komputer ke hub/switch atau switch ke router dan
perangkat-perangkat yang berbeda lainnya.
Cara pemasangan kabel stright yaitu
seperti pada gambar dibawah ini:
Setelah melihat urutan pengkabelan
diatas dapat disimpulkan bahwa untuk jenis pengkabelan Stright itu
pemasangannya berurut sehingga dalam segi pemasangan kabel Strigh sangan mudah
untuk dipasang.
Menghubungkan ujung satu dengan
ujung lain dengan satu warna. Sebenarnya urutan warna dari masing-masing kabel
tidak menjadi masalah, namun ada standard secara
internasional yang digunakan untuk straight cable ini,
seperti berikut ini ;
Pemasangan Kabel UTP pada Konektor RJ-45
|
Pin 1 wire color:
|
White/orange
|
|
Pin 2 wire color:
|
Orange
|
|
Pin 3 wire color:
|
White/green
|
|
Pin 6 wire color:
|
Blue
|
|
Pin 4 wire color:
|
White/blue
|
|
Pin 5 wire color:
|
Green
|
|
Pin 7 wire color:
|
White/brown
|
|
Pin 8 wire color:
|
Brown
|
Cross Throgh Over
Kabel Cross adalah kabel yang
digunakan untuk menghubungkan perangkat yang sama dalam satu jaringan, misalnya
menghubungkan dari satu komputer ke komputer lainnya, atau menghubungkan hub-1
ke hub-2. dalam segi pemasangan kabel, kabel ini sedikit lebih sulit
dibandingkan dengan pengkabelan jenis Stright. karena kabel pada pin 1-2-3-6
pada sisi-1 disilangkan dengan pin 3-6-1-2 di sisi-2. untuk lebih jelasnya
perhatikan gambar berikut ini:
Menghubungkan Dua Komputer Tanpa
Menggunakan HUB (Peer To Peer),
Atau Menghubungkan HUB Dengan HUB,
Maka Digunakan Crossover
Cable
Roll Through Over
Roll Through over atau yang biasa
disebut dengan nama Roll over adalah jenis kabel yang digunakan untuk
menghubungkan komputer dengan Router manageble seperti cisco, mikrotik, dan
router lainnya. penggunaan kabel ini biasanya hanya digunakan untuk melakukan
konfigurasi terhadap console OS router tertentu. untuk pemasangan kabel jenis
ini pemasangannya dilakukan secara terbalik, dimana urutan warna terbalik dai
ujung 1 hingga ujung 2 untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini:
Jaringan komputer pada dasarnya
adalah jaringan kabel, menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain, namun
bukan berarti kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka dengan terminator diujungnya). Seiring dengan perkembangan teknologi,
penghubung antar komputer pun mengalami perubahan serupa, mulai dari teknologi
telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi serat optik dan
laser menjadi tumpuan perkembangan jaringan komputer.
Hingga sekarang, teknologi jaringan
komputer bisa menggunakan teknologi “kelas” museum (seperti 10BASE2 menggunakan
kabel Coaxial) hingga menggunakan teknologi “langit” (seperti laser dan serat
optik). Akan dibahas sedikit bagaimana komputer terhubung satu sama lain, mulai
dari teknologi kabel Coaxial hingga teknologi laser.
Pemilihan jenis kabel sangat terkait
erat dengan topologi jaringan yang digunakan. Sebagai contoh untuk jenis
topologi Ring umumnya menggunakan kabel Fiber Optik (walaupun ada juga yang
menggunakan twisted
pair). Topologi Bus banyak menggunakan
kabel Coaxial. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk
mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara
benar akan merusak NIC (Network Interface Card) yang dipergunakan dan kinerja
jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi
jaringan Star banyak menggunakan jenis kabel UTP. Topologi jaringan dan jenis
kabel yang umum digunakan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.Topologi Jaringan dan Jenis
Kabel yang Sering Digunakan
|
Topologi
Jaringan
|
Jenis
kabel yang umum digunakan
|
|
Topologi Bus
|
Coaxial, twisted pair, fiber
|
|
Topologi Ring
|
Twisted pair, fiber
|
|
Topologi Star
|
Twisted pair, fiber
|
Setiap jenis kabel mempunyai
kemampuan dan spesifikasi yang berbeda, oleh karena itu dibuatlah pengenalan
tipe kabel. Ada tiga jenis kabel yang dikenal secara umum, yaitu:
- Coaxial cable
- Fiber Optik
- Twisted pair (UTPunshielded twisted pair dan STP shielded twisted pair)
a)
Kabel Coaxial
Dikenal dua jenis kabel coaxial,
yaitu thick
coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar)
dan thin
coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).
Thick
coaxial cable (Kabel Coaxial “gemuk”)
Kabel coaxial jenis ini
dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini
mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning. Kabel
jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau
thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan
hanya disebut sebagai yellow
cable.
Kabel Coaxial ini (RG-6) jika
digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut :
- Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang cukup lebar).
- Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.
- Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).
- Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
- Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
- Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
- Setiap segment harus diberi ground.
- Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
- Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).
Thin
coaxial cable (Kabel Coaxial “Kurus”)
Kabel coaxial jenis ini banyak
dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak
memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan,
kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana
diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap
lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector.
Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau
ThinNet.
Kabel coaxial jenis ini, misalnya
jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan Tconnector dan terminator
dalam sebuah jaringan, harus
mengikuti aturan sebagai berikut :
- Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
- Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
- Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices).
- Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
- Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).
- Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
- Panjang minimum antar TConnector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
- Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
b)
Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan Fiber
Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses
pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari
segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan
media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.
c)
Twisted Pair Ethernet
Kabel Twisted Pair ini terbagi
menjadi dua jenis yaitu shielded
twisted pair (STP) dan unshielded twisted pair (UTP). STP adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus
sedangkan UTP tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis
ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.
Tabel 5. Kategori Twisted Pair Cable
|
Kategori
kabel
|
Type
|
Feature
|
|
Type CAT 1
|
UTP
|
Analog (biasanya digunakan di
perangkat telephone pada umumnya dan pada jalur ISDN –integrated service
digital networks. Juga untuk menghubungkan modem dengan line telepon)
|
|
Type CAT 2
|
UTP
|
Up to 1 Mbits (sering digunakan
pada topologi token
ring)
|
|
Type CAT 3
|
UTP, STP
|
16 Mbits data transfer (sering
digunakan pada topologi token
ring atau 10BaseT)
|
|
Type CAT 4
|
UTP, STP
|
20 Mbits data transfer (biasanya
digunakan pada topologi token
ring)
|
|
Type CAT 5
|
100 Mbits data transfer / 22 db
|
|
|
Type CAT 5enhanced
|
UTP, STP
|
1 Gigabit Ethernet up to 100
meters – 4 copper pairs (kedua jenis CAT5 sering digunakan pada topologi token ring 16Mbps, Ethernet
10Mbps atau pada Fast Ethernet 100Mbps)
|
|
Type CAT 6
|
Up to 155 MHz or 250 MHz
|
2,5 Gigabit Ethernet up to 100
meters or 10Gbit/s up to 25 meters . 20,2 db
(Gigabit Ethernet)
|
|
Type CAT 7
|
Up to 200 MHz or 700 Mhz
|
Giga-Ethernet / 20.8 db(Gigabit Ethernet)
|
Pada twisted pair (10 BaseT)
network, komputer disusun membentuk suatu pola Star. Setiap PC memiliki satu
kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal
(reliable) dibandingkan dengan thin coax,
karena HUB mempunyai kemampuan data error correction
dan meningkatkan kecepatan transmisi. Saat ini ada beberapa grade atau kategori
dari kabel twisted
pair. Kategory tersebut dapat dilihat
pada tabel dibawah :
Pemberian kategori 1/2/3/4/5/6
merupakan kategori spesifikasi untuk masing-masing kabel tembaga dan juga untuk
jack. Masing-masing merupakan seri revisi atas kualitas kabel,
kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk kualitas “belitan” (twist) masing-masing pasang kabel. Selain itu juga untuk
menentukan besaran frekuensi yang bisa lewat pada sarana kabel tersebut, dan
juga kualitas isolator
sehingga bisa mengurangi efek
induksi antar kabel (noise
bisa ditekan sedemikian rupa). Perlu
diperhatikan juga, spesifikasi antara CAT5 dan CAT5 enchanced mempunyai standar
industri yang sama, namun pada CAT5e sudah dilengkapi dengan insulator untuk
mengurangi efek induksi atau electromagnetic interference. Kabel CAT5e bisa digunakan untuk menghubungkan network
hingga kecepatan 1Gbps.
Oke,, sekian dulu dari saya :)
Semoga bermanfaat, amin
Wassalamualaiku Warohmatullahi
Wabarokatuh
No comments:
Post a Comment